Thursday, November 9, 2017

Keutamaan Bersedekah dan Bahaya Memiliki Sifat Kikir_Tikong Taliabu_



Mungkin sebagian orang khawatir bersedekah karena takut hartanya berkurang, demikian manusia sifat yang tertanam adalah sifat rakus, tamak dan malas bersedekah. Di dalam Al Qur’an dan hadit-hadits Rasulullah banyak mengungkap tentang keutamaan bersedekah atau berinfak kepada orang yang kalian kenal maupun yang tidak dikenal, bahkan lebih utama memberikan sebagian harta kepada orang yang sangat membutuhkan walapun tidak dikenal,

Hanya saja kebanyakan manusia hanya suka bersedekah kepada kerabat atau keluarga terdekat, adapun orang yang tidak dikenalnya maka sungguh berat tangan memberikan rezeki yang Allah titipkan padanya untuk menolong saudara semuslim, padahal menolong seseorang atau menginfakkan sebagian rezeki kepada orang yang membutuhkan tidak mengurangi sedikit harta harta, sungguh indah sabdar Rasulullah shallallahu alahi wa sallam ini

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلاَّ رَفَعَهُ اللَّهُ
"Sedekah tidaklah mengurangi harta. Tidaklah Allah menambahkan kepada seorang hamba sifat pemaaf melainkan akan semakin memuliakan dirinya. Dan juga tidaklah seseorang memiliki sifat tawadhu’ (rendah diri) karena Allah melainkan Allah akan meninggikannya." (HR. Muslim dari hadits Abu Hurairah)

Mungkin secara zohir harta berkurah ketika disedekahkan, namun pada hakikatnya harta itu akan bertambah berkali-kali lipan, semakin banyak bersedekah makan Allah azza wa jalla akan memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka, sedekah tidak harus berupa harta yang banyak, secukupnya sesuai kemampuan yang terpenting adalah ikhlas karena Allah, bukan agar dikatakan dia orang yang baik, dia  seorang muhsinin dan semisalnya, namun berinfak karena Allah semata.  Allah subhanahu wa ta'ala berfirman,

وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ
"Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya." (QS. Saba': 39)

Allah ta'ala berfirman

لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّىٰ تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ
Kamu sekali-kali tidak akan sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. (QS. Al Imran:92)

ayat di atas Allah ta’ala memulai dengan kata “لَنْ” yang berarti “tidak akan” ini menunjukkan bahwa benar-benar seseorang tidak akan sampai pada derajat kebaikan sampai kalian menginfakkan sebagian rezeki yang kalian miliki.

Berbeda halnya dengan kata “ل ”, “ لم” yang berarti “tidak, atau belum” atau yang semisalnya, kata tersebut masih menunjukkan seseorang tetap akan mencapai pada derajat kebaikan, namun jika mengunakan kata “لَنْ” maka suatu pengharusan seseorang jika akan mencapai derajat kebaikan.

Bahaya Sifat Kikir dan Tamak

Sifat kikir atau bakhil hanya akan menambah seseorang menjadi hidup tidak tenang, khawatir hartanya hilang entah dicuri orang atau terbakar, adapun yang memiliki sifat muhsinin insya Allah allah akan menjaga harta mereka, maka waspada dan takutlah dari sifat kikir. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

وَإِيَّاكُمْ وَالشُّحَّ، فَإِنَّ الشُّحَّ أَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ: أَمَرَهُمْ بِالْقَطِيعَةِ فَقَطَعُوا، وَأَمَرَهُمْ بِالْبُخْلِ فَبَخِلُوا، وَأَمَرَهُمْ بِالْفُجُورِ فَفَجَرُوا
“Waspadalah dengan sifat ‘syuh’ (tamak lagi pelit) karena sifat ‘syuh’ yang membinasakan orang-orang sebelum kalian. Sifat itu memerintahkan mereka untuk bersifat bakhil (pelit), maka mereka pun bersifat bakhil. Sifat itu memerintahkan mereka untuk memutuskan hubungan kekerabatan, maka mereka pun memutuskan hubungan kekerabatan. Dan Sifat itu memerintahkan mereka berbuat dosa, maka mereka pun berbuat dosa” (HR. Ahmad)

Siksaan bagi orang-orang yang kikir , Allah azza wa jall berfirman :

وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ هُوَ خَيْرًا لَهُمْ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَهُمْ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُوا بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. [ QS. Ali Imaran : 180 ]

Diantara do’a yang diajarkan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam adalah :

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْبُخْلِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ أَنْ أُرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ فِتْنَةِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الْقَبْرِ
“Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari bakhil, aku berlindung kepada-Mu dari penakut, aku berlindung kepada-Mu dari dikembalikan ke usia yang terhina, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah dunia dan siksa kubur. [ HR. Bukhari dalam Fathul Baari: 6/35 ].

Ditulis oleh: Idul F. Lampai At Taliyaby

**** Semoga bermanfaat ***
Kunjungi kami lebih banyak untuk menambah ilmu dengan mengklik




Saturday, September 2, 2017

Siapa Sebenarnya Wahabi itu? Tinjauan Meluruskan Gagal Faham Ustadz Abdul Shamad, Lc, MA. Tentang Istilah Wahabi (bgn.1)




Sebelum saya memulai penulisan artikel ini terlebih dahulu saya memuji Allah azza wa jalla yang setinggi-tingginya atas segala nikmat yang dicurahkan kepada kita semu. Saya bersaksi bahwa Muhammad adalah Nabi dan Rasul-Nya, tiada daya dan upaya melaingkan semua adalah milik-Nya.
Sesungguhnya di dalam Al Qur’an,  Allah ta’ala melarang kita untuk bercerai-berai dengan firman-Nya:


{ وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلا تَفَرَّقُوا} (آل عمران: من الآية: 103)
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, …” (QS Ali Imran: 103)

{ وَلا تَكُونُوا كَالَّذِينَ تَفَرَّقُوا وَاخْتَلَفُوا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْبَيِّنَاتُ} (آل عمران: من الآية: 105)
Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. …” (QS Ali Imran:105).


{ وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلا تَفَرَّقُوا} (آل عمران: من الآية: 103)
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, …” (QS Ali Imran: 103)
{ وَلا تَكُونُوا كَالَّذِينَ تَفَرَّقُوا وَاخْتَلَفُوا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْبَيِّنَاتُ} (آل عمران: من الآية: 105)
Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. …” (QS Ali Imran:105).


Sumber: https://muslim.or.id/20917-jalan-golongan-yang-selamat.html
Jalan kebenaran itu hanya satu, sebagaimana Firman Allah ta’ala

وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلاَتَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ
Dan bahwa ini adalah jalan-Ku yang lurus maka ikutilah dia. Dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu akan mencerai-beraikan kalian dari jalan-Nya”. (QS. Al An’am: 153)

Allah Ta’ala juga berfirman,

وَأَنَّ هذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلاَ تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ذَالِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalanNya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa”. (QS Al An’am:153).

Perseteruan antara al Haq dan kebatilan tidak pernah habis hingga hari kiamat. Setiap kebenaran yang disebarkan pasti di sana akan ada rintangan, begitu pun dakwah para Nabi selalu ditentang oleh kaumnya padahal kebenaran yang ditegakkan dan orang-orang pilihan Allah, namun masih saja dimusuhi, ditebar api fitnah agar semua orang jauh dari shirothal mustaqim yang semuanya tiada lain dan tiada bukan penunggangnya adalah setan/ iblis laknatullah. Nama tentunya kebatilan akan selalu kalah dan kebenaran selalu menang, Allah t’ala berfirman

بَلْ نَقْذِفُ بِالْحَقِّ عَلَى الْبَاطِلِ فَيَدْمَغُهُ فَإِذَا هُوَ زَاهِقٌ
Sebenarnya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu lenyap.” (Al-Anbiya’: 81)

Dan juga firman-Nya

بَلْ نَقْذِفُ بِالْحَقِّ عَلَى الْبَاطِلِ فَيَدْمَغُهُ فَإِذَا هُوَ زَاهِقٌ
Sebenarnya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu lenyap.” (Al-Anbiya’: 81)

Muslim itu Selalu Saling Mengingatkan Satu dan Lainnya

Al Khottobi rahimahullah berkata


النصيحةُ كلمةٌ يُعبر بها عن جملة هي إرادةُ الخيرِ للمنصوح له
Nasehat adalah kalimat ungkapan yang bermakna memberikan kebaikan kepada yang dinasehati” (Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, 1: 219).

Al Hasan Al Bashri berkata,

إنَّ أحبَّ عبادِ الله إلى الله الذين يُحببون الله إلى عباده ويُحببون عباد الله إلى الله ، ويسعون في الأرض بالنصيحة
“Sesungguhnya hamba yang dicintai di sisi Allah adalah yang mencintai Allah lewat hamba-Nya dan mencintai hamba Allah karena Allah. Di muka bumi, ia pun memberi nasehat pada orang lain.” (Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 1: 224).

Tidak kami mengkritik Ustadz Abdul Shamad, Lc, MA sebagai bentuk kebencian, bahkan KRITIKAN INI bentuk kasih sayang dan cinta kami kepada sesama kaum Muslimin, jangan menganggap kritikan sebagai celaan, justru kecintaan kami maka kami tidak membiarkan saudara kami semuslim tergelincir jauh dari kebenaran dan termakan oleh tipudaya musuh-musuh Allah dan Rasul-Nya, dan kritikan kami sebagai benti pengaplikasian firman Allah ta’ala ini

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan melampaui batas.” (QS. Al Maidah: 2)

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ
Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. (QS. Al Hujuraat:10)

Akhir-akhir ini muncul seorang Ustadz yang viral di media sosial dengan statmen-statmen “gila” membuatnya terkenal. Sebut saja Ustadz Abdul Shamad, Lc. MA, konon beliau ahlul hadits, tapi pada kesempatan ini kami tidak membahas biagrafi beliau, kami membahas beberapa hal terkait cacian dan tuduhan dusta kepada Wahabi  serta meluruskan gagal faham ustadz Abdul Shamad tentang wahabi.
1.      Siapa sebenarnya yang digelari Wahabi itu, apakah Mumammad bin Abdul Wahab at Tamimi atau Abdul Wahab bin Abdurrahman bin Rustum?
2.      Benarkah salafi itu antek-antek yahudi? (insya Allah akan dibahas pada artike ke-2)

Saya memiliki dua catatan penting yang harus di luruskan walaupun mungkin telah ada sebagian Ustadz Ahlisunnah yang mengkritik ceramah Ustadz Abdul Shamad Lc, MA pada sebagian ceramah- ceramah mereka yang perlu dibahas.

Ustadz Abdul Shamad beberapa ceramahnya selalu melarang jamaahnya untuk berpecah belah, tidak saling dengki, namun di sisi lain Ustadz Abdul Shamad terjatuh dalam hal itu, bahkan dia sendiri yang memulai membakar permusuhan antara kaum muslimin, di antaranya Ustadz Abdul Shamad ketika ditanyan tentang WAHABI pada sebuah acara ceramah

Bentuk pertanyaan pertama  “Bagaimana pendapat ustadz mengenai wahabi da nada beberapa referensi ana dapatkan paham Muhammad bin Abdulwahhab adalah WAHABI dan dakwahnya ditentang oleh ulama dunia.

Pertanyaan kedua pada ceramah yang berbeda“ apa itu WAHABI?

Jawaba Ustadz Abdul Shamad, Lc, MA

“Wahabi diambil dari kata Muhammad bin Abdul Wahhab, maka pengikutnya disebut Wahabi, tetapi karena nama ini sudah terlalu buruk, negative maka mengganti baju menjadi SALAFY untuk membuat orang tak lupa maka disebut SALAFI WAHABI”

Ustadz Abdul Shamad Lc, MA menjawab

“Yang memanggil-manggil WAHABI adalah saudaranya Muhammada bin Abdul Wahhab yaitu Sulaiman bin Abdul Wahab dan menulis buku menolak saudaranya dia menyebut WAHABI, … karena Wahabi sudah jelek maka dirubahlah menjadi SALAFY”.

Subuhanallah jawaban Ustadz Abdul Shamad perlu diajukan 4 jempol karena kedustaan dan pemutar balik fakta,

Pembaca yang budiman, kalau kita mencermati cerama Ustadz Abdul Shamad, Lc, MA ternyata ia GAGAL FAHAM TENTANG WAHABI dan SALAFY, hal ini membuat saya heran, kok orang sekelas Ustadz Abdul Shamad kok tidak faham tentang WAHABI dan SALAFY? Padahal dia mengaku ahlul hadits dan peneliti yang bergelar MA. Namun masih belum faham tentang Wahabi, kepada siapa disandarkan istilah wahabi itu, nampak dari ceramah Ustadz Abdul Shamad, Lc, MA terlihat kalau istlah Wahabi disandarkan kepada Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab padahal ini KESALAHAN FATAL. lantas siapa yang dimaksud Wahabi, lanjutkan membaca anda akan mengetahuinya.

Catatan penting berkaitan dengan cerama sang Ustadz yang perlu kita tarik benang merah untuk dibahas  yaitu
1.      Siapa sebenarnya yang ditudu dengan gelari WAHABI, apakah Muhammad bin Abdul Wahab At Tamimi atau Abdul Wahab bin Abdurrahman Al Afriqi?
2.      MengapaWAHABI begitu dibenci?
3.      Benarkah ulama dunia termasuk saudara kandung Muhammad bin Abdul Wahhab mengingkari dakwahnya?
4.      Apa perbedaan SALAFI dan WAHABI? (insya Allah akan dibahas pada artikel ke-2)

Pada kesempatan ini mari kita bahas secara seksama dan diharapkan kepada pembaca untuk mengikutinya. 

Siapa Sebenarnya yang dituduh dengan gelari WAHABI?

Sekarang ini, begitu banyak dan gencar orang menyerang wahabi, syubhat demi syubhat dilontarkan demi menjauhkan umat dari Ahlisunnahi. Tauhkah anda siapa pelopor utama membenci wahabi? Tentunya tiada lain dan tiada bukan, mereka itu adalah ORANG-ORANG KAFIR DAN SYIAH. Sehingga tidak sedikit kaum muslimin yang terpengaruh termasuk di dalamnya Ustadz Abdul Shamad Lc, MA, ia pun turut berpartisipasi dalam membenci WAHABI (pembahasan tentang mengapa wahabi begitu dibenci nanti pada poin kusus), lanta siapakah WAHABI ITU?, untuk mendapatkan jawaban inda, maka ikuti poin demi poin dalam pembahasan ini.

Ustadz Abdul Shamad, Lc, MA Gagal Faham Tentang Wahabi

Pembaca yang budiman ternyata Ustadz Abdul Shamad gagal faham tentang WAHABI, Ustadz mengatakan

“Wahabi diambil dari kata Muhammad bin Abdul Wahhab, maka pengikutnya disebut Wahabi, tetapi karena nama ini sudah terlalu buruk, negatif maka mengganti baju menjadi SALAFY untuk membuat orang tak lupa maka disebut SALAFI WAHABI”

Lihat api fitnah yang disebar oleh seorang ustad Abdul Shamad Lc, MA, ternyata ustadz tidak faham semua itu karena telah termakan makar orang-orang kafir dan syiah dalam menyebar api kebencian sesaman kaum muslimin

Ustadz Abdul Shamad, Lc, MA berusaha menampakkan ketidak famannya tentang Wahabi dengan mengatakan bahwa kata WAHABI diambil dari Muhammad bin Abdul Wahab At Tamimi, ini penisbahan yang keliru, karena Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab adalah ahlisunnah wal jamaah yang ajarannya diikuti bahkan buku-bukunya dipakai oleh seluru dunia termasuk Saudi Arabiyah. Ustadz Abdul Shamad, Lc, MA tidak bias membedakan kedua nama yang mirip, yaitu Muhammad bin Abdul Wahab At Tamimi dan Abdul Wahab bin Abdurrahman bin Rustum Al Afriqy, siapa yang dimaksud dengan wahabi?,

Pembaca yang budiman…. yang dimaksuh dengan WAHABI adalah disandarkan pada ABDUL WAHAB BIN ABDURRAHMAN BIN RUSTUM AL AFRIQI wafat 211 H, yang muncul abad ke-2 H di Andalusia dan Afrika Utara dengan pemahaman Khawarij, mereka membunuh orang-orang yang tidak mengikuti mereka dan banyak mengganti  syariat islam, mengkafirkan orang yang diluar kelompoknya, sehingga orang-orang kafir atau musuh islam menyebarkan fitnatul wahabi, bahwasanya WAHABI haus darah, di India dan Mesir disebarkan fitnah wahabi karena orang-orang kafir sangat ketakutan dengan kelompok pimpinan ABDUL WAHAB BIN ABDURRAHMAN AL AFRIQI, Ratu Inggris turut turun tangan menyebarkan fitnah wahabi di India.

Orang kafir dan Syiah yang begitu gentol membenci Sunnah tak henti-hentinya menyebar fitnah untuk menciptakan permusuhan di tengah Umat Islam, kaum Imperialisme dan kaum munafikun memancing di air keruh dengan menyematkan baju lama (Wahabi) dengan berbagai atribut penyimpangan dan kesesatannya untuk MENGHANTAM dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab atau setiap dakwah mana saja yang mengajak untuk memurnikan Islam(Penegak Sunnah). 
 Karena dakwah beliau sanggup merontokkan kebatilan, menghancurkan angan-angan kaum durjana dan melumatkan tahta agen-agen asing, maka dakwah beliau dianggap sebagai penghalang yang mengancam eksistensi mereka di negeri-negeri Islam. 

 Contohnya: Inggris mengulirkan isu wahabi di India, Prancis menggulirkan isu wahabi di Afrika Utara, bahkan Mesir menuduh semua kelompok yang menegakkan dakwah tauhid dengan sebutan Wahabi, Italia juga mengipaskan tuduhan wahabi di Libia, dan Belanda di Indonesia, bahkan menuduh Imam Bonjol yang mengobarkan perang Padri sebagai kelompok yang beraliran Wahabi. 

Termasuk di Indonesi di pertengahan tahun ini, muncul sosok yang viral di media sosil bernama Ustadz Abdul Shamad, Lc, MA yang gigih dalam menyebar fitnah Wahabi, agar orang jauh dari kebenaran, Ustadz Abdul Shamad, Lc, MA  melarang orang untuk menyalah-nyalahkan dan mengajak umat islam bersatu, namun saying Ustadz Abdul shamad, Lc, MA sendir menjadi pelopor penyebar permusuhan antara Umat Islam, sungguh unik kelelawar belajar renang.

Adapun Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab at tamimi adalah seorang ahlis sunnah yangberpegang teguh dengan al Qur’an dan sunnah Rasulullah shallallahu alahi wa sallam, ajarannya mengikuti sunnah tidak mengkafir-kafirkan kaum muslimin, berbeda dengan apa yang dituduhkan kepadanya termasuk ustadz Abdul Shamad, Lc, MA yang gentol membenci Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab.

Mengenal Lebih Dekat Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab

Muhammad bin Abdul Wahab At Tamimi, lahir tahun 1115 H wafat 1206 H beliau adalah ahlussunnah wal jamaah.

Nama Lengkapnya
BELIAU adalah Syeikh al-Islam al-Imam Muhammad bin `Abdul Wahab bin Sulaiman bin Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Rasyid bin Barid bin Muhammad bin al-Masyarif at-Tamimi al-Hambali an-Najdi.

Tempat dan Kelahiran
Syeikh Muhammad bin `Abdul Wahab dilahirkan pada tahun 1115 H (1701 M) di kampung `Uyainah (Najd), lebih kurang 70 km arah barat laut kota Riyadh, ibukota Arab Saudi sekarang. Beliau meninggal dunia pada 29 Syawal 1206 H (1793 M) dalam usia 92 tahun, setelah mengabdikan diri selama lebih 46 tahun dalam memangku jawatan sebagai menteri penerangan Kerajaan Arab Saudi .

Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahab memiliki ajaran ahlussunnah wal jamaah, ajaran yang baik. Seluruh karya-karya beliau digunakan kaum muslimin baik NU, Muhammadiyah, Persis dll, tidak ada kesalahan dalam dakwah, jika sekiranya ada  kesalahan-kesalahan syaikh perlu dimaklumi sebagai manusia tidak terlepas dari kesalahan, namun secara umum dakhwah Syaikh Muhammad Bin Abdul wahab adalah bagus karena dia adalah AHLISUNNAH, berbeda dengan Abdul wahab bin Abdurrahman bin Rustum Al Afriqi, ia berpemahaman khawarij yang suka memngkafir-karifkan orang bahkan tidak segan-segan membunuh kaum muslimin.

Maka dari keterangan di atas TERANG BAGI KITA siapa sebenarnya WAHABI, ternyata penisbaan dengan gelar WAHABI yang dimaksud adalah Abdul Wahab bin Abdurrahman bin Rustum wafat 211 H dari afrika, bukan Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahab at Timimi lahir 1115 H wafat 1206 H, dari Nejad. Jadi kesimpulan adalah USTADZ ABDUL SHAMAD LC, MA. salah besar, ia telah termakan fitnah orang orang kafir, sebagaimana isi ceramah beliau bahwa WAHABI dinisbahkan kepada Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahab at Tamimi, ini kesalahan besar karena syaikh Muhammada Bin Abdul Wahab adalah Ahli Sunnah, jika istilah WAHABI disandarkan kepada Abdul Wahab bin Abdurrahman bin Rustum Al Afriqi mungkun tepat karena beliau berpemahaman khawarij, yang begitu kejam dan membuat kerusakan. Perhatikan  perbedaan kelahiran Syaikh Muhamad bin Abdul Wahab dengan Abdul Wahab bin Abdurrahman sangat jauh berbeda.

Mengapa WAHABI Begitu Dibenci?

Dakwah yang dibawa oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab yang didukung oleh Al-Imam Muhammad bin Su'ud -Rahimuhumallah-, adalah dakwah yang tegak diatas kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih, dan beliau menjauhkan semua yang bertentangan dengan keduanya, mereka mendakwahkah tauhid, melarang berbuat syirik, mengajak umat kepada Sunnah dan menjauhinya kepada bid‘ah, dan ini merupakan Manhaj Dakwahnya para Nabi dan Rasul.

Kondisi inilah yang membuat resah kaum munafikun dan imperialis, karena dakwah Muhammad bin 'Abdul Wahab berhasil menumbuhkan keimanan umat islam dan menyatukan umat. Sehingga, untuk menciptakan permusuhan di tengah Umat Islam, kaum Imperialisme dan kaum munafikun memancing di air keruh dengan menyematkan baju lama (Wahabi) dengan berbagai atribut penyimpangan dan kesesatannya untuk menghantam dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab atau setiap dakwah mana saja yang mengajak untuk memurnikan Islam. Karena dakwah beliau sanggup merontokkan kebatilan, menghancurkan angan-angan kaum durjana dan melumatkan tahta agen-agen asing, maka dakwah beliau dianggap sebagai penghalang yang mengancam eksistensi mereka di negeri-negeri Islam.

Tuduhan buruk yang mereka lancarkan kepada dakwah beliau hanya didasari 3 faktor:

1. Tuduhan itu berasal dari para tokoh agama yang memutarbalikkan kebenaran, yang haq dikatakan bathil dan yang bathil dikatakan haq, keyakinan mereka bahwa mendirikan bangunan dan masjid di atas kuburan, berdoa dan meminta bantuan kepada mayit dan semisalnya termasuk bagian dari ajaran Islam. Dan barangsiapa yang mengingkarinya dianggap membenci orang-orang shalih dan para wali. Na'udzubillah...

2. Mereka berasal dari kalangan ilmuwan namun tidak mengetahui secara benar tentang Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab dan dakwahnya, bahkan mereka hanya mendengar tentang beliau dari pihak yang sentimen dan tidak senang Islam kembali jaya, sehingga mereka mencela beliau dan dakwahnya sehingga memberinya sebutan Wahabi.

3. Ada sebagian dari mereka takut kehilangan posisi dan popularitas karena dakwah tauhid masuk wilayah mereka, yang akhirnya menumbangkan proyek raksasa yang mereka bangun siang malam.

Fitnah-fitnah semacam inlah yang terus dilancarkan oleh musuh Islam sehingga mereka menjadi antipati dan membeci pengajaran syaikh Muhammad bin Abdul Wahab. Para kaum yang tidak menyukai Islam telah “berhasil” menakuti dan menjauhkan umat islam dari ajaran syaikh Muhammad bin Abdul Wahab dengan mempropagandakan sebutan WAHHABI, padahal WAHHABI yang sesat bukanlah syaikh Muhammad tetapi WAHHABI yang dinisbatkan ke Abdul Wahab bin Abdurrahman bin Rustum.

Dan barangsiapa ingin mengetahui secara utuh tentang pemikiran dan ajaran Syaikh Muhammad (Abdul Wahab) maka hendaklah membaca kitab-kitab beliau seperti Kitab Tauhid, Kasyfu as-Syubhat, Usul ats-Tsalatsah dan Rasail beliau yang sudah banyak beredar baik berbahasa arab atau Indonesia.

Selain Orang kafir yang menyebarkan kebencian dengan mengistilahkan WAHABI ternyata, tidak ketinggalan SYIAH pun turut berpartisipasi dalam menyebarkan kebencian, mengapa tidak, hanya Ahlisunnah yang berani mombongkar kedok Syiah, dan ahlisunnah itu adalah Muhammad bin Abdul Wahab at Tamimi, serta orang-orang yang mengikuti beliau dengan baik hingga sekarang,

Demikian musuh-musuh Allah pasti tidak senang jika kebenaran selalu Nampak, maka mereka berusaha agar cahaya kebenaran itu hilang, namun Allah selalu menjaga kebenaran dan menolong dari makar orang-orang yang benci kepda kebenaran itu, termasuk Ustadz Abdul Shamad Lc, MA yang turut membenci ahlisunnah karena ia termakan dengan buku yang berjudul “SEJARAH BERDARA SEKTE SALAFI WAHABI karya Syaikh Idahram yang isinya penuh kedustaan dan pemutarbalikan fakta, setelah ditelusuri ternyata Syaikh Idahram termasuk tokoh SYIAH yang begitu benci kepada Ahlisunnah, (insya Allah di akhir kami memberi poin khusus tentang kedustaan buku tersebut). Mereka membuat maka dan tipudaya, sesungguhnya tipudaya mereka itu lemah, sungguh indah firman Allah ini

وَمَكَرُوا وَمَكَرَ اللَّهُ ۖ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ

Mereka itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya. (Al Imran 54)

Ustadz Abdul Shamad, Lc, MA Menjadikan Ukuran Kebenaran dengan Saudara Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab

Pada lanjutan ceramah dalam menjawab pertanyaan Ustadz Abdus Shamad, Lc. MA menjadikan dalil kebenaran saudara kandung Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab yaitu Syaikh Sulaiman bin Abdul Wahhab, sebagai hujjah untuk membenci dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab. Hapuskan kebencian mu wahai ustadz. Kalau ingin saudara kau muslimin Siapa Syaikh Sulaiman bin Abdul Wahhab, silakan ikuti pembahasa artikel ini. Ungkapa ustadz Abdul Shamad, Lc, MA kami tampilkan
“Ustadz Abdul Shamad, Lc, MA dalam ceramahnya pada detik ke 26, sang Ustadz mengatakan bahwa Adik kandung Muhammad bin Abdul Wahab yang bernama Syaikh Sulaiman bin Abdul Wahab mengingkari kakaknya, bahkan menulis buku menyebutkan WAHABI”.

Jawaba:
Duhai indahnya syubhat ini, namun sayang syubhat Ustadz Abdul Shamad tidak lebih lemah dari sarang laba-laba, dari kontes kalimat sang Ustadz Nampak sekali kalau ia terprovokasi dengan buku “Sejarah berdarah sekte Salafi wahabi, dalam buku tersebut penuli Syaikh Idahram mengatakan pada halaman Pada hlm. 34:

Sebaliknya, karena keyakinan menyimpangnya itu, kakaknya yang bersama Sulaiman ibnu Abdil Wahhab mengkritik fahamnya yang nyeleneh dengan begitu pedas, melalui dua bukunya, ash-Shawaiq al-Ilahiyyah fi ar-Raddi ‘ala al-Wahhabiyah dan kitab Fashlu al-Khitab fi ar-Radi ‘ala Muhammad bin Abdil Wahhab. Dua bukunya itu dirasa penting untuk di tulis, melihat adiknya yang sudah jauh menyimpang dari ajaran Islam dan akidah umat secara umum.

Perhatika tipu daya dan pemutar balikan syaikh Idahram ternyata mampu memakan begitu banyak korban termasuk Ustadz Abdul Shamad, Lc, MA, kami heran orang sekelas Ustadz Abdul shamad, Lc, MA kok bisa terpengaruh dengan tipudaya Syiah yang begitu gencar menyerang ahlisunnah, sementara Ustadz Abdul Shamad menulis buku yang dalam sub poin pembahasan membanta syiah?, aneh bin ajaib, selain itu sang Ustadz gencar melarang untuk menimbulkan kebencian antara sesama kaum muslimin, namun ternyata sang Ustadz menjadi pelopor kebencian, sungguh unik kelelawar belajar renang, sungguh indah Firman Allah ini

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ
Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan. (QS. As Shaff:2-4)

Bertobatnya Sulaiman bin Abdul Wahab dan Mendukung Dakwah Saudaranya yaitu Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab

Adapun tentang Sulaiman bin Abdul Wahab, bahwa beliau adalah saudara kandung Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab, kami tidak mengingkari hal itu, hal yang biasa jika menyebarkan kebenaran pasti ada rintangan, baik dari adik kakak maupun orangtu, contoh terdekat, Rasulullah sendiri dibenci oleh keluarganya, jauh dari itu Nabi Nuh anak dan istrinya tidak mengikuti dakwahnya, begitujuga istri nabi Luth, maka kebenarang tidak akan bersatu dengan kebatilan sekalipun adik dan kakak, ayah dan ibu, pama dan bibi turut membenci dakhwah kebenaran, karena kebenaran akan memisah kebatilan dan tidak melihat siapa yang membencinya. Allah ta’ala berfirman,

وَقُلْ جَاء الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقاً
Dan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap. (QS.al-Isra’:81)

Bersamaan dengan itu, syubhat buku sejarah berdarah sekte salafi wahabi karya Syaikh Idahram yeng berhasil menelan Ustadz Abdul Shamad, Lc, MA, sebagaimana isi buku kami kutip di atas, ternyata Mayoritas ulama mengatakan bahwa Syaikh Sulaiman bin Abdul Wahhab telah bertaubat dan menerima dakwah tauhid, sebagaimana disebutkan Ibnu Ghonnam, Ibnu Bisyr, Syaikh Dr. Muhammad bin Sa’ad as-Syuwa’ir, dan sebagainya. Apakah hal ini diketahui oleh musuh-musuh dakwah?! Ataukah kebencian telah mengunci hati mereka?! Alangkah bagusnya apa yang dikatakan oleh Syaikh Mas’ud an-Nadwi, “Termasuk orang yang menentang dakwah beliau (Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab) adalah saudaranya sendiri, Sulaiman bin Abdul Wahhab (wafat 1208 H) yang menjadi qadhi di Huraimila’ sebagai pengganti ayahnya. Dia menulis beberapa tulisan berisi bantahan kepada saudaranya, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, yang dipenuhi dengan kebohongan. Dan sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Ghonnam bahwa dia menyelisihi saudaranya hanya karena dengki dan cemburu saja. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab telah menulis bantahan terhadap tulisan-tulisannya, tetapi pada akhirnya Alloh memberinya hidayah, (sehingga dia) bertaubat dan menemui saudaranya di Dar’iyyah pada tahun 1190 H yang disambut baik dan dimuliakan oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab. Ada buku Syaikh Sulaiman bin Abdul Wahhab yang tercetak dengan judul ash-Showa’iq IIahiyyah fi ar-,Roddi ‘ala Wahhabiyyah. Musuh-musuh tauhid sangat gembira dengan buku ini, namun mereka sangat malu untuk menyebut taubatnya Sulaiman,.

Ahlisunnah Selalu Nampak Di atas Kebenaran Walapun Orang Membencinya



Ahlus Sunnah adalah kelompok yang selamat dan tidak merugika mereka sedikitpun orang-orang yang berusaha menfitnah mereka guna menenggelamkan cahaya kebenaran, namun Allah ta'ala selalu menolong mereka karena kebenaran yang mereka pertahankan, termasu syaikh Muhammad bin Abdul Wahab At Tamimi adalah ahlisunnah, golongan yang selamat, yang selalu menjelaskan kebenaran kepada umat sekalipun musuh-musuh Islam berusaha menebar api fitnah dengan berbagai tuduhan dusta, tak ketinggalan Ustadz Abdul Shamad, Lc, MA yang sangat membenci dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab at Tamimi. demikian kebenaran tidak akan mulus ketika engkau berpegang padanya, hal yang biasa para Nabi utusan Allah dan Pilihan-pilihan Allah pun ketika mengajak padan kebenaran masih saja ditentang, difitnah dengan berbagai tuduhan guna menjauhkan umat dari kebenaran,

Demikian halnya, termaksuk pencetus kedustaan adalah kelompok Syiah yang berusaha menebar fitnah tentang Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab agar umat jauh dari dakwah kebenaran, karena hanya dakwah Syaikh Muhamad bin Abdul Wahab yang berani menjelaskan kebenaran, membongkar kesesatan dan tipudaya Syiah.

Apapun tipu daya yang dilontarkan musuh-musuh Allah dan Rasul-Nya tidak merugikan mereka sedikit ahlisunnah wal jamaah atau Salafy, mereka tetap eksis di atas kebenaran, walapun seluruh manusia benci kepada mereka, sebagaimana hadits rasulullah shallallahu alahi wasallam

لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي ظَاهِرِينَ حتى يأتيهم أمر الله وهم ظاهرون
Akan selalu ada segolongan dari ummatku yang selalu tegak (di atas kebenaran) sehingga datang kepada mereka perintah ALLAH dan mereka tetap tegak (di atas kebenaran)“. (HR al-Bukhari)

 لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي منصورين، لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ حتى تقوم الساعة
Akan selalu ada segolongan dari ummatku yang ditolong, tidak memudharatkan mereka orang-orang yang menjatuhkan mereka sehingga tegaklah hari kiamat.” (HR at-Tirmidzi, beliau berkata hasan shahih, dan dishahihkan al-Albani)

Maka kami nasehatkan kepada Ustadz Abdul shamad, Lc, MA ketahuilah ucapan dusta yang telah beranak pinak, berpindah dari satu lisan ke lisan yang lain, sungguh berita dusta itu amat berat perhitungannya dihadapan Allah yang engkau turut menyebarkan kebohongan, maka takutlah kepada Allah yang maha mengetahui segala apa yang makhluk-Nya lakukan.

Insya Allah Artikel Benarkah Salafy antek-antek Yahudi?, sebagaimana tuduhan Ustadz Abdul Shamad, Lc, MA, akan dibahas pada artikel ke-2, karena khawatir pada artikel ini terlalu panjang yang membuat orang bosan membacanya.

**** Semoga Bermanfaat**** 

Ditulis Oleh Idul F. Lampai At Taliyaby, S.Pd, M.Pd
Kunjungi kami lebih banyak di www.beritaislamlampai.com